Komunikasi Data
Pengertian Komunikasi Data
Proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari
dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi
lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, sepeti
internet.Data yang dimaksud disini adalah sinyal-sinyal elektromagnetik yang
dibangkitkan oleh sumber data yang dapat ditangkap dan dikirimkan ke
terminal-terminal penerima. Yang dimaksud terminal adalah peralatan untuk
terminal suatu data seperti disk drive, printer, monitor, papan ketik, scanner,
plotter dan lain sebagainya.
Sejarah Komunikasi
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin
communis yang berarti 'sama'.Communico, communicatio atau communicare yang berarti
membuat sama (make to common). Secara sederhana komunikasi dapat terjadi
apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang
menerima pesan.Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita
untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya. Pada awalnya,komunikasi digunakan
untuk mengungkapkan kebutuhan organis.Sinyal sinyal kimiawi pada organisme
awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka
sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi
dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti
tarian kawin pada ikan.
Komponen
– Komponen Komunikasi Data
1.Pesan
Pesan adalah informasi ( data) untuk dikomunikasikan. Bentuk populer dari
informasi termasuk teks, angka, gambar, audio, dan video.
2.Pengirim
Pengirim adalah perangkat yang mengirimkan pesan data. Hal ini dapat berupa
komputer, workstation, handset telepon, kamera video, dan sebagainya.
3.Penerima
Penerima adalah perangkat yang menerima pesan. Hal ini dapat berupa komputer,
workstation, handset telepon, televisi, dan lain.
4.Media Transmisi
Media transmisi adalah jalur fisik dimana pesan berjalan dari pengirim ke
penerima.Beberapa contoh media transmisi termasuk kabel twisted-pair, kabel
koaksial, kabel serat optik, dan gelombang radio.
5.Protokol
Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data. Ini
merupakan kesepakatan antara perangkat yang saling berkomunikasi.
6. Umpan balik (Feedback)
adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Model
– Model Komunikasi
1.
Model Komunikasi Linear
Model
komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren
Weaver pada tahun1949 dalam buku The Mathematical of
Communication.Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear
karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan
suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati
berbagai saluran (channel).
Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi
linear Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci:
sumber (source), pesan (message) dan penerima (receiver).
Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim
atau penerima.Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap
partisipan-partisipan dalam proses komunikasi.
2.
Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan
oleh Wilbur Schramm
Pada tahun 1954 yang menekankan pada proses
komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata
lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari
penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung.
Para peserta komunikasi menurut model
interaksional adalah
Orang yang mengembangkan potensi
manusiawinya melalui interaksi sosial,tepatnya melalui pengambilan
peran orang lain. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan
penerima mempunyai kedudukan yang sederajat. Satu elemen yang penting
bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau
tanggapan terhadap suatu pesan
3.
Model transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan
oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggaris bawahi pengiriman dan
penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode
komunikasi.
Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif:
pengirim dan penerima sama-sama Bertanggung jawab terhadap
dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.
Model transaksional berasumsi bahwa
saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima
pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan
nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator)
melalukan proses negosiasi makna.
Jenis
– Jenis Komunikasi
1. Komunikasi
Audio
Media Dengar (Media Audio)
adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima
melalui indera pendengaran saja. Pada penggalan ini berturut-turut dibahas
Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape
Recorder).Media pembelajaran, adalah suara suara ataupun bunyi yang berkaitan dengan
materi
pembelajaran direkam dengan menggunakan alat
perekam suara, kemudian hasil
perekaman tersebut diperdengarkan kembali kepada
peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.
Keunggulan
:
a) Harganya relatif murah
b) Dapat membangkitkan fantasi pendengaran
c) Mudah dibuat dan digunakan
d) Alatnya sangat sederhana
Kelemahannya:
a) Agak sulit dikontrol
b) Kualitas suaranya cenderung menurun atau
berkurang
c) Apabila ada kesalahan harus membuat naskah
baru
d) Tidak dapat ditampilkan secara visual
Komunikasi
Visual
Rangkaian proses penyampaian infromasi atau pesan
kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang
hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual menkombinasikan seni,
lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam
penyampaiannya.
Keuntungan:
a) Pemakaiannya tidak membosankan,
b) Hasilnya lebih mudah untuk di mengerti dan
dipahami,
c) Informasi yang diterima lebih jelas dan cepat
dimengerti,
d) Informasi yang disampaikan dapat diterima
sesuai dengan kenyataan.
Kelemahannya:
a) Suaranya terkadang tidak jelas
b) Pelaksanaanya perlu waktu cukup lama
c) Pelaksanaanya memakan tepat yang cukup luas
d) Biayanya relatif lebih mahal
Komunikasi
Audio Visual
adalah
proses penyampaian pesan atau informasi dari
sumber kapada satu penerima atau lebih dengan
cara memvisualisasikan sekaligus memperdengarkan isi pesan atau
informasi kepada penerima dengan melalui media yang menunjangnya.Media yang menunjangn
yaitu adalah media elektronik.
Contohnya seperti televisi, VCD player, DVD player,
computer dan lain - lainnya yang bisa digunakan untuk
memvisualisasikan sekaligus memperdengarkan isi pesan dan
informasi tersebut.
Keunggulan
:
a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu
bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka),
b) Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya
indera,
c) Media audio visual bisa berperan dalam
pembelajaran tutorial,
Kelemahannya
:
a) Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang
proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai
alat Bantu guru dalam mengajar
b) Terlalu menekankan pada penguasaan materi dari
pada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual sebagai
alat Bantu guru dalam proses pembelajaran
c) Media audio visual cenderung menggunakan model
komunikasi satu arah
d) Media audio-visual tidak dapat digunakan
dimana saja dan kapan saja, karna Media audio-visual cenderung tetap di tempat
Macam
– Macam Alat Komunikasi
1.Alat
komunikasi Tradisional
Contohnya : 1. Daun Lontar
2. Api
3. Asap
4. Prasasti
5. Kelontongan
6. Lonceng
7. Bedug
8. Merpati Pos
9. Surat
2.
Alat komunikasi Modern
Contohnya : 1. Telegraf
2. Telepon
3. Radio
4. Television
5. Telpon Genggam
6. Faksimili
7. Pager
8. Internet